TOP VIEW INDONESIA

[ Video ] Gadis Cantik dan Binal Bali Bercinta Dengan Bule Di Hotel

Gadis Cantik dan Binal Bali Bercinta Dengan Bule Di Hotel Video Seks  - [ Video ] Gadis Cantik dan Binal Bali Bercinta Dengan Bu...

Cerita Dewasa Jiran Baru

Cerita Dewasa Jiran Baru - Sedang aku asyik mengelap kerete ku di hadapan rumah?ku tiba-tiba sebuah lori 2 tan berhenti disebelah?rumah ku. Muatan lori tersebut di penuhi barang?perkakas rumah. Aku tahu tentu rumah yang sudah lama?kosong itu akan berpenghuni penyewa baru agak nya. Aku?lihat di belakang lori sebuah iswara areoback hijau?mengekori dan berhenti di seberang jalan.sedang?pemandu lori dan kelindanya mula memunggah barang?untuk di turunkan ku lihat seorang wanita turun dari?kereta iswara tersebut.orangnya lawa juga umur lebih?kurang 34 tahun ada budak kecil berusia 3 tahun?mengekori dia mungkin anaknya.tapi mana suaminya??apabila dia menghampiriku dia mengukir sebuah senyuman?kearahku cantik orangnya . Kulit putih muka bujur dan?bodynya puhhhh.. membuatkan aku menelan air?liur..solid beb..



?kak?asal dari mana??tanyaku?.

?kelantan?.? jawabnya?

?kena tukar kat pahang ni?isnin start kerja ?.?

?kerja apa?..tanyaku lagi?

?cikgu ? jawabnya?

Lalu dia menunduk untuk mengakat kotak yang penuh?dengan pakaian?dia mengadap kearahku? terpampang?didepanku..dua busut yang segar beralor dicelahnya..?dapatku lihat dengan jelas dari celah baju kebaya?kuning yang dipakainya?tak berkelip mataku?.?isteriku di dapur menolong mengemas perkakas dapur..?dia perasan pulak?aku tengok tetek dia?dia tersipu?malu lalu menutup?dadanya yang terdedah tu dengan?tangan?


?tak berkelip sapanya..??aku terkejut?













Baca Juga :  Cerita Dewasa Memek Sangat Enak Ketika Di SAM

Esoknya aku menghantar isteriku balik kerumah ibu?mertuaku?di kampung..petang ahad baru aku ambil?dia?sebab sekolah cuti..anak aku aku hantar lama dah?kat rumah tok dia..isnin ni sekolah buka?.aku?terpaksa balik kerumah ku petang ni kerana ada orang?nak tengok kereta..aku kerja part time jual kereta?secondhand?sampai di rumah ku kulihat jiran baruku?sedang menyapu sampah di laman rumahnya puhhh?pakai? poker online indonesia t shirt..kain nipis..semasa dia menunduk?membelakangkan ku kulihat dengan jelas aloor?punggungnya yang bulat..dan bingkai seluar dalam di?pipi daging punggungnya?bergegar iman ku?.

?boleh tolong akak tak?..? sapanya ketika aku mula?memulas tombol pintu rumahku?.

?tolong ape kak?? tanyaku..

?lampu bilik air tak idup ?.?

Selesai mandi aku pakai seluar pendek tanpa memakai?seluar dalam ?dan t shirt hitam?lalu aku?kerumahnya?.dia memanggil aku masuk?lalu aku?kebelakang rumah ku?mengambil tangga laluku bawa?masuk ke bilik air..ku tegakan tangga ..lalu aku?memanjat?.ku lihat matanya tak lepas dari melihat?kaki seluar ku..aku tau dia dah nampak kepala kote ku?dicelah seluar pendek ku?

Cerita Dewasa Memek Sangat Enak Ketika Di SAM

Cerita Dewasa - Memek Sangat Enak Ketika Di SAM - Pada suatu liburan sekolah yang panjang, kami dari sebuah SLTA mengadakan pendakian gunung di Jawa Timur. Rombongan terdiri dari 5 laki-laki dan 5 wanita. Diantara rombongan itu satu guru wanita ( guru biologi) dan satu guru pria ( guru olah raga ). Acara liburan ini sebenarnya amat tidak didukung oleh cuaca. Soalnya, acara kami itu diadakan pada awal musim hujan. Tapi kami tidak sedikitpun gentar menghadapi ancaman cuaca itu.





Ada yang sedikit mengganjal hati saya, yakni Ibu Guru Anisa ( saya memanggilnya Anisa ) orangnya terkenal galak dan judes itu dan anti cowok ! denger-denger dia itu lesbi. Ada yang bilang dia patah hati dari pacarnya dan kini sok anti cowok. Bu Anis umurnya belum 30 tahun, sarjana, cantik, tinggi, kulit kuning langsat, full press body. Sedangkan teman ? teman cewek lainnya terdiri dari cewek-cewek bawel tapi cantik-cantik dan periang, cowoknya, terus terang saja, semuanya bandit asmara ! termasuk pak Martin guru olah raga kami itu.

Perjalanan menuju puncak gunung, mulai dari kumpul di sekolah hingga tiba di kaki gunung di pos penjagaan I kami lalui dengan riang gembira dan mulus-mulus saja. Seperti biasanya rombongan berangkat menuju ke sasaran melalui jalan setapak. Sampai tengah hari, kami mulai memasuki kawasan yang berhutan lebat dengan satwa liarnya, yang sebagian besar terdiri dari monyet-monyet liar dan galak. Menjelang sore, setelah rombongan istirahat sebentar untuk makan dan minum, kami berangkat lagi.

Kata pak Martin sebentar lagi sampai ke tujuan. Saking lelahnya, rombongan mulai berkelompok dua-dua. Kebetulan aku berjalan paling belakang menemani si bawel Anisa dan disuruh membawa bawaannya lagi, berat juga sih, sebel pula! Sebentar-sebentar minta istirahat, bahkan sampai 10 menit, lima belas menit, dan dia benar-benar kecapean dan betisnya yang putih itu mulai membengkak.

Kami berangkat lagi, tapi celaka, rombongan di depan tidak nampak lagi, nah lo ?! Kami kebingungan sekali, bahkan berteriak memanggil-manggil mereka yang berjalan duluan. Tak ada sahutan sedikitpun, yang terdengar hanya raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau. Anisa sangat ketakutan dengan auman harimau itu. Akhirnya kami terus berjalan menuruti naluri saja. Rasa-rasanya jalan yang kami lalui itu benar, soalnya hanya ada satu jalan setapak yang biasa dilalui orang.

Sial bagi kami, kabut dengan tiba-tiba turun, udara dingin dan lembab, hari mulai gelap, hujan turun rintik-rintik. Anisa minta istirahat dan berteduh di sebuah pohon sangat besar. Hingga hari gelap kami tersasar dan belum bertemu dengan rombongan di depan. Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa.

Hujan semakin lebat dan kabut tebal sekali, udara menyengat ketulang sumsum dinginnya. Bajuku basah kuyup, demikian juga baju Anisa. Dia menggigil kedinginan. Sekejap saja hari menjadi gelap gulita, dengan tiupan angin kencang yang dingin. Kami tersesat di tengah hutan lebat.

Tanpa sadar Anisa saking kedinginan dia memeluk aku. ?Maaf? katanya. Aku diam saja, bahkan dia minta aku memeluknya erat-erat agar hangat tubuhnya. Pelukan kami semakin erat, seiring dengan kencangnya deras hujan yang dingin. Jika aku tak salah, hampir tiga jam lamanya hujan turun, dan hampir tiga jam kami berpelukan menahan dingin.

Setelah hujan reda, kami membuka ransel masing-masing. Tujuan utamanya adalah mencari pakaian tebal, sebab jaket kami sudah basah kuyup. Seluruh pakaian bawaan Anisa basah kuyup, aku hanya punya satu jaket parasut di ransel. Anisa minta aku meminjamkan jakaetku. Aku setuju. Tapi apa yag terjadi ? wow?Anisa dalam suasana dingin itu membuka seluruh pakaiannya guna diganti dengan yang agak kering. Mulai dari jaket, T. Shirt nya, BH nya, wah aku melihat seluruh tubuh Anisa. Dia cuek saja, payudaranya nampak samar-samar dalam gelap itu. Tiba-tiba dia memelukku lagi.

?Dingin banget? katanya. ?Terang dingin , habis kamu bugil begini? jawabku.
?Habis bagaimana? basah semua, tolong pakein aku jeketmu dong ?? pinta Anisa.

Aku memakaikan jaket parasut itu ketubuh Anisa. Tanganku bersentuhan dengan payudaranya, dan aku berguman

? Maaf Nisa ??
?Enggak apa-apa ?!?: sahutnya.

Hatiku jadi enggak karuan, udara yang aku rasakan dingin mendadak jadi hangat, entah apa penyebabnya. Anisa merangkulku, ?Dingin? katanya, aku peluk saja dia erat-erat. ? Hangat bu ?? tanyaku ? iya, hangat sekali, yang kenceng dong meluknya ? pintanya. Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat.
Aneh bin ajaib, Anisa tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Dia meraba bibirku, aku reflex mencium bibir Anisa. Lalu aku menghindar. ?Kenapa?? tanya Anisa

? Maaf Nisa ? ? Jawabku.
? Tidak apa-apa Rangga, kita dalam suasana seperti ini saling membutuhkan, dengan begini kita saling bernafsu, dengan nafsu itu membangkitkan panas dalam darah kita, dan bisa mengurangi rasa dingin yang menyengat.

Kembali kami berpelukan, berciuman, hingga tanpa sadar aku memegang payudaranya Anisa yang montok itu, dia diam saja, bahkan seperti meningkat nafsu birahinya. Tangannya secara reflek merogoh celanaku kedalam hingga masuk dan memegang penisku. Kami masih berciuman, tangan Anisa melakukan gerakan seperti mengocok-ngocok ?Mr. Penny?ku. Tanganku mulai merogoh ?Ms. Veggy?nya Anisa, astaga ! dia rupanya sudah melepas celana dalamnya sedari ?
tadi.

Baca Juga : Cerita Dewasa Pengalaman Kisah Seks Dengan Mantan Guruku Disekolah

Karena remang-remang aku sampai tak melihatnya. ?Ms. Veggy?nya hangat sekali bagian dalamnya, bulunya lebat.
Anisa sepontan melepas seluruh pakaiannya, dan meminta aku melepas pula . Aku tanpa basa basi lagi langsung bugil. Kami bergumul diatas semak-semak, kami melakukan hubungan badan ditengah gelap gulita itu. Kami saling ganti posisi, Anisa meminta aku dibawah, dia diatas. Astaga, goyangnya!! Pengalaman banget dia ? kan belum kawin ?

? Kamu kuat ya?? bisiknya mesra.
? Lumayan sayang ?!? sahutku setengah berbisik.
? Biasa main dimana ?? tanyanya
?Ada apa sayang?? tanyaku kembali.
? Akh enggak? jawabnya sambil melepas ?Ms. Veggy?nya dari ?Mr. Penny?ku, dan dengan cekatan dia mengisap dan menjilati ?Mr. Penny?ku tanpa rasa jijik sedikitpun.

Anisa meminta agar aku mengisap payudaranya, lalu menekan kepalaku dan menuntunnya ke arah ?Ms. Veggy?nya. Aku jilati ?Ms. Veggy? itu tanpa rasa jijik pula. Tiba-tiba saja dia minta senggama lagi, lagi dan lagi, hingga aku ejakulasi.

Aku sempat bertanya, ?Bagaimana jika kamu hamil ??

? Don?t worry !? katanya.

Dan setelah dia memebersihkan ?Ms. Veggy?nya dari spermaku, dia merangkul aku lagi. Malam semakin larut, hujan sudah reda, bintang-bintang di langit mulai bersinar. Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang. Paras Anisa tampak anggun dan cantik sekali. Kami ngobrol ngalor-ngidul, soal kondom, soal sekolah, soal nasib guru, dsb. Setelah ngobrol sekian jam, tepat pukul 3 malam, Anisa minta bersetubuh denganku lagi, katanya nikmat sekali ?Mr. Penny?ku. Aku semakin bingung, dari mana dia tahu macam-macam rasa ?Mr. Penny?, dia kan belum nikah ? tidak punya pacar ? kata orang dia lesbi.


Aku menuruti permintaan Anisa. Dia menggagahi aku, lalu meminta aku melakukan pemanasan sex (foreplay). Mainan Anisa bukan main hebatnya, segala gaya dia lakukan. Kami tak peduli lagi dengan dinginnya malam, gatalnya semak-semak. Kami bergumul dan bergumul lagi. Anisa meraih tanganku dan menempelkan ke payudaranya. Dia minta agar aku meremas-remas payudaranya, lalu memainkan lubang ?Ms. Veggy?nya dengan jariku, menjilati sekujur bagian dagu. Tak kalah pula dia mengocok-ngocok ?Mr. Penny?ku yang sudah sangat tegang itu, lalu dijilatinya, dan dimasukkannya kelubang vaginanya, dan kami saling goyang menggoyang dan hingga kami saling mencapai klimaks kenikmatan, dan terkulai lemas.

Anisa minta agar aku tak usah lagi menyusul kelompok yang terpisah. Esoknya kami memutuskan untuk berkemah sendiri dan mencari lokasi yang tak akan mungkin dijangkau mereka. Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman. Romantis sekali tempat kami itu. Aku dan Anisa layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. Sebab seluruh baju yang kami bawa basah kuyup oleh hujan.

Anisa hanya memakai selembar selayer yang dililitkan diseputar perut untuk menutupi kemaluannya. Aku telanjang bulat, karena baju kami sedang kami jemur ditepi sungai. Anisa dengan busana yang sangat minim itu membuat aku terangsang terus, demikian pula dia. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant dan makanan kaleng.

Tepat sudah tiga hari kami ada ditempat terpencil itu. Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Kami memutuskan esok pagi kami harus pulang. Di hari terakhir itu, kesmpatan kami pakai semaksimal mungkin. Di hari yang cerah itu, Anisa minta aku mandi bersama di sungai yang rimbun tertutup pohon-pohon besar. Kami mandi berendam, berpelukan, lalu bersenggama lagi. Anisa menuntun ?Mr. Penny?ku masuk ke ?Ms. Veggy?nya. Dan di menggoyangkan pinggulnya agar aku merasa nikmat. Aku demikian pula, semakin menekan ?Mr. Penny?ku masuk kedalam ?Ms. Veggy?nya.

Di atas batu yang ceper nan besar, Anisa membaringkan diri dengan posisi menantang, dia menguakkan selangkangngannya, ?Ms. Veggy?nya terbuka lebar, disuruhnya aku menjilati bibir ?Ms. Veggy?nya hingga klitoris bagian dalam yang ngjendol itu. Dia merasakan nikmat yang luar biasa, lalu disuruhnya aku memasukkan jari tengahku ke dalam lubang ?Ms. Veggy?nya, dan menekannya dalam-dalam. Mata Anisa merem melek kenikmatan. Tak lama kemudian dia minta aku yang berbaring, ?Mr. Penny?ku di elus-elus, diciumi, dijilati, lalu diisapnya dengan memainkan lidahnya, Anisa minta agar aku jangan ejakulasi dulu,

?Tahan ya ?? pintanya. ? Jangan dikeluarin lho ?!? pintanya lagi.

Lalu dia menghisap ?Mr. Penny?ku dalam-dalam. Setelah dia enggak tahan, lalu dia naik diatasku dan memasukkan ?Mr. Penny?ku di ?Ms. Veggy?nya, judi poker indonesia hgpoker wah, goyangnya hebat sekali, akhirnya dia yang kalah duluan. Anisa mencubiti aku, menjambak rambutku, rupanya dia ? keluar?, dan menjerit kenikmatan, lalu aku menyusul yang ?keluar? dan oh,,,,oh?oh?.muncratlah air maniku dilubang ?Ms. Veggy? Anisa.

?Jahat kamu ?!? kata Anisa seraya menatapku manja dan memukuli aku pelan dan mesra. Aku tersenyum saja. ? Jahat kamu Rangga, aku kalah terus sama kamu ? Ujarnya lagi. Kami sama-sama terkulai lemas diatas batu itu.

Esoknya kami sudah berangkat dari tempat yang tak akan terlupakan itu. Kami memadu janji, bahwa suatu saat nanti kami akan kembali ke tempat itu. Kami pulang dengan mengambil jalan ke desa terdekat dan pergi ke kota terdekat agar tidak bertemu dengan rombongan yang terpisah itu. Dari kota kecil itu kami pulang ke kota kami dengan menyewa Taxi, sepanjang jalan kami berpelukan terus di dalam Taxi. Tak sedikitpun waktu yang kami sia-siakan. Anisa ?
menciumi pipiku, bibirku, lalu membisikkan kata

? Aku suka kamu ? Aku juga membalasnya dengan kalimat mesra yang tak kalah indahnya. Dalam dua jam perjalanan itu, tangan dan jari-jari Anisa tak henti-hentinya merogoh celana dalamku, dan memegangi ?Mr. Penny?ku. Dia tahu aku ejakulasi di dalam celana, bahkan Anisa tetap mengocok-ngocoknya. Aku terus memeluk dia, pak Supir tak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. Sudah tiga kali aku ? keluar? karena tangan Anisa selalu memainkan ?Mr. Penny?ku sepanjang perjalanan di Taxi itu.

? Aku lemas sayang ?!? bisikku mesra
? Biarin !? Bisiknya mesra sekali. ? Aku suka kok !? Bisiknya lagi.

Tidak mau ketinggalan aku merogoh celana olah raga yang dipakai Anisa. Astaga, dia tidak pakai celana dalam. Ketika jari-jari tanganku menyolok ?Ms. Veggy?nya, dia tersenyum, bulunya ku tarik-tarik, dia meringis, dan apa yang terjadi ? astaga lagi, Anisa sudah ?keluar? banyak, ?Ms. Veggy?nya basah oleh semacam lendir, rupanya nafsunya tinggi sekali, becek banget. Tangan kami sama-sama basah oleh cairan kemaluan.

Ketika sampai di rumah Anisa, aku disuruhnya langsung pulang, enggak enak sama tetangga katanya. Dia menyodorkan uang dua lembar lima puluh ribuan, aku menolaknya, biar aku saja yang membayar Taxi itu. Lalu aku pulang.Hari-hari berikutnya di sekolah, hubunganku dengan Anisa guru biologiku, nampak wajar-wajar saja dari luar. Tapi ada satu temanku yang curiga, demikian para guru. Hari-hari selanjutnya selalu bertemu ditempat-tempat khusus seperti hotel diluar kota, di pantai, bahkan pernah dalam suatu liburan kami ke Bali selama 12 hari.

Ketika aku sudah menyelesaikan studiku di SLTA, Anisa minta agar aku tak melupakan kenangan yang pernah kami ukir. Aku diajaknya ke sebuah Hotel disebuah kota, yah seperti perpisahan. Karena aku harus melanjutkan kuliah di Australia, menyusul kakakku. Alangkah sedihnya Anisa malam itu, dia nampak cantik, lembut dan mesra. Tak rela rasanya aku kehilangan Anisa. Kujelaskan semuanya, walau kita beda usia yang cukup mencolok, tapi aku mau menikah dengannya.

Anisa memberikan cincin bermata berlian yang dipakainya kepada aku. Aku memberikan kalung emas bermata zamrud kepada Anisa. Cincin Anisa hanya mampu melingkar di kelingkingku, kalungku langsung dipakainya, setelah dikecupinya. Anisa berencana berhenti menjadi guru, ?sakit rasanya? ujarnya kalau terus menjadi guru, karena kehilangan aku. Anisa akan melanjutkan S2 nya di USA, karena keluarganya ada disana. Setelah itu kami berpisah hingga sekian tahun, tanpa kontak lagi.

Pada suatu saat, ada surat undangan pernikahan datang ke Apartemenku, datangnya dari Dra. Anisa Maharani, MSC. Rupanya benar dia menyelesaikan S2 nya.Aku terbang ke Jakarta, karena resepsi itu diadakan di Jakarta disebuah hotel bintang lima. Aku datang bersama kakakku Rina dan Papa. Di pesta itu, ketika aku datang, Anisa tak tahan menahan emosinya, dia menghampiriku ditengah kerumunan orang banya itu dan memelukku erat-erat, lalu menangis sejadi-jadinya.

?Aku rindu kamu Rangga kekasihku, aku sayang kamu, sekian tahun aku kehilangan kamu, andai saja laki-laki disampingku dipelaminan itu adalah kamu, alangkah bahagianya aku ? Kata Anisa lirih dan pelan sambil memelukku.

Kamu jadi perhatian para hadirin, Rina dan Papa saling tatap kebingungan. Ku usap airmata tulus Anisa. Kujelaskan aku sudah selesai S1 dan akan melanjutkan S2 di USA, dan aku berjanji akan membangun laboratorium yang kuberi nama Laboratorium ?Anisa?. Dia setuju dan masih menenteskan air mata.

Setelah aku diperkenalkan dengan suaminya, aku minta pamit untuk pulang, akupun tak tahan dengan suasana yang mengharukan ini. Setelah lima tahun tak ada khabar lagi dari dia, aku sudah menikah dan punya anak wanita yang kuberi nama Anisa Maharani, persis nama Anisa. Ku kabari Anisa dan dia datang kerumahku di Bandung, dia juga membawa putranya yang diberi nama Rangga, cuma Rangga berbeda usia tiga tahun dengan Anisa putriku. Aku masih merasakan getaran-getaran aneh di hatiku, tatapan Anisa masih menantang dan panas, senyumnya masih menggoda. Kami sepakat untuk menjodohkan anak kami kelak, jika Tuhan mengijinkannya.

Cerita Dewasa Pengalaman Kisah Seks Dengan Mantan Guruku Disekolah

Cerita Dewasa - Pengalaman Kisah Seks Dengan Mantan Guruku Disekolah - Kira-kira 6 tahun yang lalu saat usiaku masih 38 tahun salah seorang sehabatku menitipkan anaknya yang ingin kuliah di tempatku, karena ia teman baikku dan suamiku tidak keberatan akhirnya aku menyetujuinya. Nama pemuda itu Sandi, kulitnya kuning langsat dengan tinggi 173 cm. Badannya kurus kekar karena Sandi seorang atlit karate di tempatnya. Oh ya, Sandi ini pernah menjadi muridku saat aku masih menjadi guru SD.



Sandi sangat sopan dan tahu diri. Dia banyak membantu pekerjaan rumah dan sering menemani atau mengantar kedua anakku jika ingin bepergian. Dalam waktu sebulan saja dia sudah menyatu dengan keluargaku, bahkan suamiku sering mengajaknya main tenis bersama. Aku juga menjadi terbiasa dengan kehadirannya, awalnya aku sangat menjaga penampilanku bila di depannya. Aku tidak malu lagi mengenakan baju kaos ketat yang bagian dadanya agak rendah, lagi pula Sandi memperlihatkan sikap yang wajar jika aku mengenakan pakaian yang agak menonjolkan keindahan garis tubuhku.

Sekitar 3 bulan setelah kedatangannya, suamiku mendapat tugas sekolah S-2 keluar negeri selama 2, 5 tahun. Aku sangat berat melepasnya, karena aku bingung bagaimana menyalurkan kebutuhan sex-ku yang masih menggebu-gebu. Walau usiaku sudah tidak muda lagi, tapi aku rutin melakukannya dengan suamiku, paling tidak seminggu 5 kali. Mungkin itu karena olahraga yang selalu aku jalankan, sehingga hasrat tubuhku masih seperti anak muda. Dan kini dengan kepergiannya otomatis aku harus menahan diri.

Awalnya biasa saja, tapi setelah 2 bulan kesepian yang amat sangat menyerangku. Itu membuat aku menjadi uring-uringan dan menjadi malas-malasan. Seperti minggu pagi itu, walau jam telah menunjukkan angka 9. Karena kemarin kedua anakku minta diantar bermalam di rumah nenek mereka, sehingga hari ini aku ingin tidur sepuas-puasnya. Setelah makan, aku lalu tidur-tiduran di sofa di depan TV. Tak lama terdengar suara pintu dIbuka dari kamar Sandi.

Kudengar suara langkahnya mendekatiku.

“Bu Asmi..?” Suaranya berbisik, aku diam saja. Kupejamkan mataku makin erat. Setelah beberapa saat lengang, tiba-tiba aku tercekat ketika merasakan sesuatu di pahaku. Kuintip melalui sudut mataku, ternyata Sandi sudah berdiri di samping ranjangku, dan matanya sedang tertuju menatap tubuhku, tangannya memegang bagian bawah gaunku, aku lupa kalau aku sedang mengenakan baju tidur yang tipis, apa lagi tidur telentang pula. Hatiku menjadi berdebar-debar tak karuan, aku terus berpura-pura tertidur.

“Bu Asmi..?” Suara Sandi terdengar keras, kukira dia ingin memastikan apakah tidurku benar-benar nyeyak atau tidak.

Aku memutuskan untuk pura-pura tidur. Kurasakan gaun tidurku tersingkap semua sampai keleher.

Lalu kurasakan Sandi mengelus bibirku, jantungku seperti melompat, aku mencoba tetap tenang agar pemuda itu tidak curiga. Kurasakan lagi tangan itu mengelus-elus ketiakku, karena tanganku masuk ke dalam bantal otomatis ketiakku terlihat. Kuintip lagi, wajah pemuda itu dekat sekali dengan wajahku, tapi aku yakin ia belum tahu kalau aku pura-pura tertidur kuatur napas selembut mungkin.

Lalu kurasakan tangannya menelusuri leherku, bulu kudukku meremang geli, aku mencoba bertahan, aku ingin tahu apa yang ingin dilakukannya terhadap tubuhku. Tak lama kemuadian aku merasakan tangannya meraba buah dadaku yang masih tertutup BH berwarna hitam, mula-mula ia cuma mengelus-elus, aku tetap diam sambil menikmati elusannya, lalu aku merasakan buah dadaku mulai diremas-remas, aku merasakan seperti ada sesuatu yang sedang bergejolak di dalam tubuhku, aku sudah lama merindukan sentuhan laki-laki dan kekasaran seorang pria. Aku memutuskan tetap diam sampai saatnya tiba.

Sekarang tangan Sandi sedang berusaha membuka kancing BH-ku dari depan, tak lama kemudian kurasakan tangan dingin pemuda itu meremas dan memilin puting susuku. Aku ingin merintih nikmat tapi nanti amalah membuatnya takut, jadi kurasakan remasannya dalam diam.

Kurasakan tangannya gemetar saat memencet puting susuku, kulirik pelan, kulihat Sandi mendekatkan wajahnya ke arah buah dadaku. Lalu ia menjilat-jilat puting susuku, tubuhku ingin menggeliat merasakan kenikmatan isapannya, aku terus bertahan. Kulirik puting susuku yang berwarna merah tua sudah mengkilat oleh air liurnya, mulutnya terus menyedot puting susuku disertai gigitan-gigitan kecil. Perasaanku campur aduk tidak karuan, nikmat sekali.

Tangan kanan Sandi mulai menelusuri selangkanganku, lalu kurasakan jarinya meraba vaginaku yang masih tertutup CD, aku tak tahu apakah vaginaku sudah basah apa belum. Yang jelas jari-jari Sandi menekan-nekan lubang vaginaku dari luar CD, lalu kurasakan tangannya menyusup masuk ke dalam CD-ku. Jantungku berdetak keras sekali, kurasakan kenikmatan menjalari tubuhku. Jari-jari Sandi mencoba memasuki lubang vaginaku, lalu kurasakan jarinya amblas masuk ke dalam, wah nikmat sekali. Aku harus mengakhiri Sandiwaraku, aku sudah tak tahan lagi, kubuka mataku sambil menyentakkan tubuhku.

“Sandi!! Ngapain kamu?”

Aku berusaha bangun duduk, tapi tangan Sandi menekan pundakku dengan keras. Tiba-tiba Sandi mecium mulutku secepat kilat, aku berusaha memberontak dengan mengerahkan seluruh tenagaku. Tapi Sandi makin keras menekan pundakku, malah sekarang pemuda itu menindih tubuhku, aku kesulitan bernapas ditindih tubuhnya yang besar dan kekar berotot. Kurasakan mulutnya kembali melumat mulutku, lidahnya masuk ke dalam mulutku, tapi aku pura-pura menolak.

“Bu.., maafkan saya. Sudah lama saya ingin merasakan ini, maafkan saya Bu… ” Sandi melepaskan ciumannya lalu memandangku dengan pandangan meminta.

“Kamu kan bisa denagan teman-teman kamu yang masih muda. Ibukan sudah tua,” Ujarku lembut.

“Tapi saya sudah tergila-gila dengan Bu Asmi.. Saat SD saya sering mengintip BH yang Ibu gunakan… Saya akan memuaskan Ibu sepuas-puasnya,” jawab Sandi.

“Ah kamu… Ya sudah terserah kamu sajalah”

Aku pura-pura menghela napas panjang, padahal tubuhku sudah tidak tahan ingin dijamah olehnya.

Lalu Sandi melumat bibirku dan pelan-pelan aku meladeni permainan lidahnya. Kedua tangannya meremas-remas pantatku. Untuk membuatnya semakin membara, aku minta izin ke WC yang ada di dalam kamar tidurku. Di dalam kamar mandi, kubuka semua pakaian yang ada di tubuhku, kupandangi badanku di cermin. Benarkah pemuda seperti Sandi terangsang melihat tubuhku ini? Perduli amat yang penting aku ingin merasakan bagaimana sich bercinta dengan remaja yang masih panas.

Keluar dari kamar mandi, Sandi persis masuk kamar. Matanya terbeliak melihat tubuh sintalku yang tidak berpenutup sehelai benangpun.

“Body Ibu bagus banget.. ” dia memuji sembari mengecup putting susuku yang sudah mengeras sedari tadi. Tubuhku disandarkannya di tembok depan kamar mandi. Lalu diciuminya sekujur tubuhku, mulai dari pipi, kedua telinga, leher, hingga ke dadaku. Sepasang payudara montokku habis diremas-remas dan diciumi. Putingku setengah digigit-gigit, digelitik-gelitik dengan ujung lidah, juga dikenyot-kenyot dengan sangat bernafsu.

“Ibu hebat…,” desisnya.
“Apanya yang hebat..?” Tanyaku sambil mangacak-acak rambut Sandi yang panjang seleher.
“Badan Ibu enggak banyak berubah dibandingkan saya SD dulu” Katanya sambil terus melumat puting susuku. Nikmat sekali.

“Itu karena Ibu teratur olahraga” jawabku sembari meremas tonjolan kemaluannya. Dengan bergegas kuloloskan celana hingga celana dalamnya. Mengerti kemauanku, dia lalu duduk di pinggir ranjang dengan kedua kaki mengangkang. DIbukanya sendiri baju kaosnya, sementara aku berlutut meraih batang penisnya, sehingga kini kami sama-sama bugil.

Baca Juga : Cerita Sex Sungguh Nikmatnya Ngentot Dengan Cewek Tomboy

Agak lama aku mencumbu kemaluannya, Sandi minta gantian, dia ingin mengerjai vaginaku.
“Masukin aja yuk, Ibu sudah ingin ngerasain penis kamu San!” Cegahku sambil menciumnya.
Sandi tersenyum lebar. “Sudah enggak sabar ya ?” godanya.

“Kamu juga sudah enggak kuatkan sebenarnya San,” Balasku sambil mencubit perutnya yang berotot.

Sandi tersenyum lalu menarik tubuhku. Kami berpelukan, berciuman rapat sekali, berguling-guling di atas ranjang. Ternyata Sandi pintar sekali bercumbu. Birahiku naik semakin tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Terasa vaginaku semakin berdenyut-denyut, lendirku kian membanjir, tidak sabar menanti terobosan batang kemaluan Sandi yang besar.

Berbeda dengan suamiku, Sandi nampaknya lebih sabar. Dia tidak segera memasukkan batang penisnya, melainkan terus menciumi sekujur tubuhku. Terakhir dia membalikkan tubuhku hingga menelungkup, lalu diciuminya kedua pahaku bagian belakang, naik ke bongkahan pantatku, terus naik lagi hingga ke tengkuk. Birahiku menggelegak-gelegak.

Sandi menyelipkan tangan kirinya ke bawah tubuhku, tubuh kami berimpitan dengan posisi aku membelakangi Sandi, lalu diremas-remasnya buah dadaku. Lidahnya terus menjilat-jilat tengkuk, telinga, dan sesekali pipiku. Sementara itu tangan kanannya mengusap-usap vaginaku dari belakang. Terasa jari tengahnya menyusup lembut ke dalam liang vaginaku yang basah merekah.

“Vagina Ibu bagus, tebel, pasti enak ‘bercinta’ sama Ibu…,” dia berbisik persis di telingaku. Suaranya sudah sangat parau, pertanda birahinya pun sama tingginya dengan aku. Aku tidak bisa bereaksi apapun lagi. Kubiarkan saja apapun yang dilakukan Sandi, hingga terasa tangan kanannya bergerak mengangkat sebelah pahaku.

Mataku terpejam rapat, seakan tak dapat lagi membuka. Terasa nafas Sandi semakin memburu, sementara ujung lidahnya menggelitiki lubang telingaku. Tangan kirinya menggenggam dan meremas gemas buah dadaku, sementara yang kanan mengangkat sebelah pahaku semakin tinggi. Lalu…, terasa sebuah benda tumpul menyeruak masuk ke liang vaginaku dari arah belakang. Oh, my God, dia telah memasukkan rudalnya…!!!

Sejenak aku tidak dapat bereaksi sama sekali, melainkan hanya menggigit bibir kuat-kuat. Kunikmati inci demi inci batang kemaluan Sandi memasuki liang vaginaku. Terasa penuh, nikmat luar biasa.

“Oohh…,” sesaat kemudian aku mulai bereaksi tak karuan. Tubuhku langsung menggerinjal-gerinjal, sementara Sandi mulai memaju mundurkan tongkat wasiatnya. Mulutku mulai merintih-rintih tak terkendali.

“Saann, penismu enaaak…!!!,” kataku setengah menjerit.

Sandi tidak menjawab, melainkan terus memaju mundurkan rudalnya. Gerakannya cepat dan kuat, bahkan cenderung kasar. Tentu saja aku semakin menjerit-jerit dibuatnya. Batang penisnya yang besar itu seperti hendak membongkar liang vaginaku sampai ke dasar.

“Oohh…, toloongg.., gustii…!!!”
Sandi malah semakin bersemangat mendengar jerit dan rintihanku. Aku semakin erotis.

“Aahh, penismu…, oohh, aarrghh…, penismuu…, oohh…!!!”

Sandi terus menggecak-gecak. Tenaganya kuat sekali, apalagi dengan batang penis yang luar biasa keras dan kaku. Walaupun kami bersetubuh dengan posisi menyamping, nampaknya Sandi sama sekali tidak kesulitan menyodokkan batang kemaluannya pada vaginaku. Orgasmeku cepat sekali terasa akan meledak.

“Ibu mau keluar! Ibu mau keluaaar!!” aku menjerit-jerit.
“Yah, yah, yah, aku juga, aku juga! Enak banget ‘bercinta’ sama Ibu!” Sandi menyodok-nyodok semakin kencang.
“Sodok terus, Saann!!!… Yah, ooohhh, yahh, ugghh!!!”
“Teruuss…, arrgghh…, sshh…, ohh…, sodok terus penismuuu…!”
“Oh, ah, uuugghhh… ”
“Enaaak…, penis kamu enak, penis kamu sedap, yahhh, teruuusss…”

Pada detik-detik terakhir, tangan kananku meraih pantat Sandi, kuremas bongkahan pantatnya, sementara paha kananku mengangkat lurus tinggi-tinggi. Terasa vaginaku berdenyut-denyut kencang sekali. Aku orgasme!

Sesaat aku seperti melayang, tidak ingat apa-apa kecuali nikmat yang tidak terkatakan. Mungkin sudah ada lima tahun aku tak merasakan kenikmatan seperti ini. Sandi mengecup-ngecup pipi serta daun telingaku. Sejenak dia membiarkan aku mengatur nafas, sebelum kemudian dia memintaku menungging. Aku baru sadar bahwa ternyata dia belum mencapai orgasme.

Kuturuti permintaan Sandi. Dengan agak lunglai akibat orgasme yang luar biasa, kuatur posisi tubuhku hingga menungging. Sandi mengikuti gerakanku, batang kemaluannya yang besar dan panjang itu tetap menancap dalam vaginaku.

Lalu perlahan terasa dia mulai mengayun pinggulnya. Ternyata dia luar biasa sabar. Dia memaju mundurkan gerak pinggulnya satu-dua secara teratur, seakan-akan kami baru saja memulai permainan, padahal tentu perjalanan birahinya sudah cukup tinggi tadi.

Aku menikmati gerakan maju-mundur penis Sandi dengan diam. Kepalaku tertunduk, kuatur kembali nafasku. Tidak berapa lama, vaginaku mulai terasa enak kembali. Kuangkat kepalaku, menoleh ke belakang. Sandi segera menunduk, dikecupnya pipiku.

“San.. Kamu hebat banget.. Ibu kira tadi kamu sudah hampir keluar,” kataku terus terang.

“Emangnya Ibu suka kalau aku cepet keluar?” jawabnya lembut di telingaku.

Aku tersenyum, kupalingkan mukaku lebih ke belakang. Sandi mengerti, diciumnya bibirku. Lalu dia menggenjot lebih cepat. Dia seperti mengetahui bahwa aku mulai keenakan lagi. Maka kugoyang-goyang pinggulku perlahan, ke kiri dan ke kanan.

Sandi melenguh. Diremasnya kedua bongkah pantatku, lalu gerakannya jadi lebih kuat dan cepat. Batang kemaluannya yang luar biasa keras menghunjam-hunjam vaginaku. Aku mulai mengerang-erang lagi.

“Oorrgghh…, aahh…, ennaak…, penismu enak bangeett… Ssann!!”

Sandi tidak bersuara, melainkan menggecak-gecak semakin kuat. Tubuhku sampai terguncang-guncang. Aku menjerit-jerit. Cepat sekali, birahiku merambat naik semakin tinggi. Kurasakan Sandi pun kali ini segera akan mencapai klimaks. Maka kuimbangi gerakannya dengan menggoyangkan pinggulku cepat-cepat. Kuputar-putar pantatku, sesekali kumajumundurkan berlawanan dengan gerakan Sandi. Pemuda itu mulai mengerang-erang pertanda dia pun segera akan orgasme.

Lanjutan Cerita Baca Disini : http://critadewasa.com/2018/01/28/cerita-dewasa-pengalaman-kisah-seks-dengan-mantan-guruku-disekolah/

Cerita Sex Sungguh Nikmatnya Ngentot Dengan Cewek Tomboy

Cerita DewasaCerita Sex Sungguh Nikmatnya Ngentot Dengan Cewek Tomboy - Tapi mengapa belum mau nikah juga. Memang sih.. Laki-laki pasti mikir kalau mau mendekati dia. Jangankan bergairah untuk mendapatkannya. Dikejar-kejar sama diapun pasti menghindar. Pernah aku tanya sama teman-teman yang lama kerja di kantorku, apa dia pernah punya pacar? Mereka menerangkan bahwa selama ini memang dia tidak pernah punya pacar.


Apakah masih perawan? Kata teman-teman,”Nggak tahu, buktikan sendiri.”
Itulah gambaran gadis yang kukenal di kantorku. Sudah 5 tahun aku jadi Pegawai Negeri di suatu instansi pemerintah di Jakarta, dan 5 tahun pula kenal dengan dia, sebut saja Nova. Nova memang sudah pegawai senior di instansiku. Walaupun umurnya lebih tua aku, tapi Nova lebih dulu jadi Pegawai Negeri.
Aku sudah beristri dan punya anak satu saat masuk Instansi tempatku bekerja. Sedangkan Nova adalah seorang pegawai yang belum bersuami. Aku juga tak tahu kenapa dia belum berkeluarga, padahal dari segi umur dia sudah cukup. Sudahlah tidak perlu dipikirkan memang itu mungkin tujuan hidupnya.
Walaupun aku dan Nova beda bagian di kantorku, tapi kami sering bertemu dan berbagi cerita tentang pekerjaannya masing-masing. Apalagi kami aktif di organisasi Korpri. Tapi aku belum pernah menanyakan padanya apakah dia punya pacar, atau dia tidak suka cowok, atau lesbi atau.. Apa saja tentang rahasia pribadinya.
Suatu hari, saat aku mau pulang kantor aku berpapasan dengan Nova yang keluar dari kamar kecil.
“Eh.. Nov, kamu belum pulang,” tanyaku. Waktu itu memang kantor sedang sepi karena karyawan sudah pulang semua.
“Eh Rudy.. Belum Rud, masih ada kerjaan yang harus diselesaikan,” katanya sambil ngeloyor pergi meninggalkan aku yang terbengong-bengong memperhatikan punggung dia yang sedang berjalan menuju ruang kerjanya.
Tiba-tiba ada hasrat yang membuat aku melangkahkan kaki menuju ruang kerjanya. Kulihat dia duduk di depan meja sambil membolak-balik map yang ada di depannya.
“Nov, sibuk ya, bisa kubantu,” tanyaku.
“Eh.. Rud.. Ngapain kamu kesini tanpa ijin? Nanti kuteriakin maling lho.”
“Yey.. Orang mau bantu malah disambut begitu”.
“Aku nggak butuh bantuan..” katanya ketus.
“Koq galak amat sih.., aku sun.. Baru tahu rasa..”
Entah mengapa aku tiba-tiba bernafsu ingin mencium bibirnya.
“Coba.. kalau berani aku tusuk perutmu pakai ini,” katanya sambil mengacungkan gunting.
Aku bukannya takut atas ancamannya, tapi jadi penasaran ingin melumat-lumat bibirnya. Tanpa pikir panjang lagi aku pegang pukul tangannya, dan “Awww..!” Nova menjerit kesakitan dan guntingpun terjatuh.
Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan, kudorong bahunya dan dia jatuh terlentang di meja, aku langsung menindihnya dan kutempelkan bibirku ke bibirnya, aku lumat-lumat bibirnya.
“Ugh.. Ugh.. Ugh..”
Nova meronta-ronta berusaha melepaskan diri. Lalu mendorongku keras-keras. Sampai aku terjatuh. Saat aku berdiri.. Plak.. Plak.. Plak.. Dia menampar pipiku keras-keras.
“Apa-apaan kamu.. Mau memperkosaku ya? Bangsat!!” katanya marah besar.
Aku dimarahi seperti itu semakin bergairah untuk memperkosanya. Kudorong bahunya dan dia jatuh terlentang di meja, aku langsung menindihnya lagi dan kekutempelkan bibirku ke bibirnya, aku lumat-lumat bibirnya. Dia meronta-ronta berusaha melepaskan diri. Tapi aku semakin erat memegang bahunya dan semakin lahap melumat bibirnya. Nova terus meronta-ronta..
“Ugh.. Ugh.. Ugh..”
Napasnya tersenggal-senggal. Aku semakin asyik melumatnya bibirnya. Ada cairan hangat membasahi pipiku, aku menghentikan aksiku. Masih dalam posisi menindihnya, aku lihat ada cairan bening mengalir dipipinya. Aku jadi nggak tega. Aku menghentikan aksiku. Aku berdiri, kulihat Nova masih terlentang dan menatapku. Dipipinya mengalir deras air mata.
“Eh.. Nov, maafin aku.. Aku tak bermaksud menyakitimu. Aku minta maaf atas kelancanganku.”
“Kamu jahat, kamu mau memperkosaku,” katanya sambil menatapku nanar.
“Maafin aku, aku tidak bermaksud memperkosamu, dan aku berjanji tidak akan berbuat seperti itu lagi”.
“Benar?”
“Sumpah”
“Baik aku maafin..” katanya sambil berdiri.
“Sebagai tanda persahabatan, bolehkah aku menciummu,” kataku mulai nakal lagi.
Nova menatapku sejenak.. Tapi kemudian mengangguk. Akhirnya aku dekatkan wajahku kewajahnya, kukecup bibirnya lembut.
Nova tersenyum, “Trim.. ,” katanya.
Tiba-tiba.. Kukulum bibirnya sekali lagi.
“Ugh..” Nova mendorongku, “Kamu mulai lagi ya, dasar nakal,” katanya marah.
“Aku.. Pingin sih.. Apa kamu nggak pengin”
“Aku juga sebenarnya pengin..” katanya lirih.
Aku terhenyak kaget. Akhirnya, aku mendorongnya ke meja, aku menindihnya, kulumat-lumat bibirnya. Kali ini Nova menikmatinya. Aku ciumi pipinya, kuciumi lehernya..
“Ugh.. Ugh.. Enak.. Rud.. Akuu sukaa..” Nova merintih.
Aku terus menciumi bibir, pipi dan leher. Tanganku mencopoti kancing bajunya dan segera melepas bajunya, serta BHnya. Wow.. Gadis tomboy itu susunya indah sekali. Aku lepas bajuku.
“Kamu apa-apaan.. Kenapa bajuku kamu lep.. Aww enakk.. Putingnya giiggiit.. Aduh.. Enaak.. Wow.. Wowww.. Wowww..”
Nova menjerit-jerit ketika aku mulai meremas-remas susunya dan mengulum puting susunya serta memainkannya dengan lidah. Kubuka celanaku dan kupelorotkan Cdku, kupelorotkan roknya dan kupelorotkan CDnya.
“Nov.. penisku ngaceng.. Kumasukkan ke vagina..”
“Jangan.. Ja.. Awww.. Sssaakiit..” teriaknya ketika aku menekan penisku yang sudah tegang ke liang vaginanya. Dan.. Bless.. penisku masuk dengan susah payah.
“Sssaakitt..”
Aku tak peduli mau sakit mau nggak, aku mainkan maju mundur. Dan bles.. Sloop bless.. Sloop..
“Aw.. Aw.. Aw.. Saakii.. Eeenaak aduuh ennaak..”
“Nova.. Uuueenaakk..”
“Awww..”
Akhirnya spermaku kumuntahkan dalam perut Nova. Aku terkulai lemas.. Nova terkulai lemas..
“Rud.. Enak sekali aku suka”
“Iya.. Kamu hebat”
Kami masih di atas meja diantara tumpukan map kerja. Nova memelukku, kepalanya bersandar didadaku, tangannya meremas-remas penisku. Kubalas pelukannya dan jari tanganku kukorek-korek ke liang vaginanya.
“Rud.. Enak.. Aku suka..”
“Iya aku juga suka, aku kira kamu tak suka penis”
“Kalau penis kamu aku suka banget.., tapi vaginaku perih sekali,” katanya lirih.
“Tapi kalau vaginamu dimasukin penisku lagi pasti enak,” kataku sambil memeluknya. Tak terasa penisku mulai bangun lagi.
“Nov.. penisku ngaceng masukin lagi ya..”
“Iya deh..”
“Coba kamu nungging”
“Nungging?” katanya terheran-heran, tapi akhirnya Nova mau juga nungging.
Kulihat pantat Nova yang gede.. Wow.. Betapa indahnya vagina tersembul warna hitam dengan bulu-bulu tipis. Kunaiki Nova yang sedang nungging kupeluk dan kuremas-remas susunya. Lanjutan Baca Disini : http://critadewasa.com/2018/01/28/cerita-sex-sungguh-nikmatnya-ngentot-dengan-cewek-tomboy/

Cerita Dewasa Berawal Dari Membaca Majalah Dan Berakhir Dengan ML

Cerita Dewasa - Cerita Dewasa Berawal Dari Membaca Majalah Dan Berakhir Dengan MLCerita Dewasa Berawal Dari Membaca Majalah Dan Berakhir Dengan ML. kali ini menceritakan pengalaman Sex seorang Pria yang benama Sigit. Sigit ini bekerja di kantor Pengacara. Pada waktu perjalanan dinas ke Jakarta Dia mendapat kenalan Dikereta dalam Kereta Api. Perkenalan itupun berjalan lancar dengan wanita yang bernama Anggi. Berawal dari perkenalan akhirnya menjadi suatu hubungan Sex. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Hey guest perkenalakan nama saya Baskoro, saya akan berbagi sedikit cerita tentang kisah mesumku, kejadian ini terjadi pada saat saya ada tugas di Jakarta Tgl 1 maret 2016. Ketika itu perjalananku ditemani oleh kereta api, karena sangat nyaman sekali, pada saat itu setelah saya duduk di kereta api saya merasa mengantuk. Saking nyaman-nya saya hampir tidak tahu kalau yg duduk di samping saya ternyata seorang wanita cantik guest. Sekejap rasa ngantuk saya langsung hilang begitu saja, dan sayapun mencoba menyapanya,

“ Siang Mba? ” ucap basa-basi saya.

“ Emm.. Siang juga Mas, ” jawab wanita itu.

Oh ya guest, gambaran dari wanita cantik ini seperti berikut, dia mempunyai wajah Asmiranda, postur tubuh seperti Tiyas Mirasih. Dia berkulit putih, berhidung mancung, alis mata tebal, dan mempunyai bibir sensual sekali. Kalau saya taksir untuk ukuran bra-nya sekitar 34B. Nampak kencang, kenyal dan indah sekali payudaranya dibalik blazer berwarna merah itu. setelah percakapan kecil tadi sayapun menghabiskan waktu saya dikereta dengan membaca majalah bola Fotball. Bisa dikatakan kalau saya ini termasuk maniak bola guest, Eh ternyata majalah bola itu pembawa hoki, karena wanita itu ternyata maniak bola juga, hhe. Kesempatan nih,

“ Lagi baca majalah Fotball ya Mas, pasti mas maniak bola yah ? ” ucap wanita itu.

“ Iya nih Mba, emang kenapa Mba, memangnya Mba seneng bola juga yah, ” tanya balik saya.

Benar-benar majalah magic ini, hha. Akhirnya sepanjang perjalanan itu kami-pun berbincang banyak tentang Fotball.

“ Oh iya Mas, kalau boleh tahu Mas kerja apa di Jakarta? ” tanya wanita itu.

“ Oh Saya kerja di kantor pengacara Mba dijakarta, Oh ya mba dari tadi kita ngobrol kog saya belum tahu nama Mba ya, hhe, Perkenalkan nama saya Sigit Mba, kalau nama mba siapa ? ” tanya saya.

“ Oh iya ya Mas, hhe, Nama saya Anggi Mas, salam kenal ya mas ya ” jawab waita itu,

Perbincangan kami-pun semakin seru, dan pada akhir nya saya tahu namanya juga. Sampai-sampai akhirnya dia menawarkan untuk hangout weekend ini di Jakarta. Lampu hijau nih buat saya, tanpa pikir panjang saya-pun menerima tawaranya. Setelah beberapa jam kami mengobrol tak terasa kami sudah sampai Jakarta, kebetulan kami turun di stasiun yg sama,

“ Oh ya, Mas yg jemput siapa memangnya, kalau tidak ada yg jemput ikut saya aja gimana ? Nanti saya anterin sampai tujuan deh Mas…hhe , ” ucap Anggi.

“ Belum tahu nih Mba, palingan juga naik taksi, lagian distasiun-kan banyak Taksi,hhe. ” ucap saya.

“ Sudah bareng saya aja nggk usah malu-malu, nanti biar diantar supir saya sampai tempat mas, ” ucap Anggi lagi.

Yasudahlah akhirnya saya dari stasiu-pun bareng denganAnggi. Singkat crita sampailah saya di ujung gang tempat saya, akhirnya saya minta turun di ujung Gang itu,

“ Makasih ya see you Anggi !!! besok saya akan telefon kamu yah, ” ucap saya pada Anggi.

“ Sama-sama Mas, see you to Mas, aku tunggu yah telfonnya.hhe, ” balasnya.

Sampailah saya di tujuan saya kemudian saya bergegas istirahat karena capek. Tak terasa sang mentari pagi sudah menerangi pagiku itu, kebtulan saya juga harus bangun pagi-pagi karena saya mau pergi ke kantor atasanku. Nah setelah selesai meeting di kantor, saya langsung telefon wanita cantik kemarin.

“ Hallo, bisa bicara dengan Anggi, ” ucap saya.

“ Dari siapa ini, ” tanya sebuah suara wanita.

“ Ini dari Sigit, teman Anggi dari Malang, ” ucap saya supaya si Anggi tidak lupa.

“ Hi Mas, apa kabar, dan gimana acara kami malam ini, ” jawab Anggi.

“ Saya sih udah siap jemput kamu sekarang, ” ucap saya.

“ Ya langsung aja Mas kalau gitu. ”

Saya langsung meluncur ke rumah Anggi. Gila benar, ternyata rumah si Anggi ini besar dan mobilnya selusin.

“ Wah kamu malam ini beda sekali ya, kelihatan lebih sederhana tapi tetep wah.. ” ucap saya sambil jelalatan melihat badannya yg ternyata wah wah wah.

“ Ah Mas Sigit bisa saja, saya kan emang begini ini, ” ucap Anggi merendah.

“ Gini-gini juga bikin pusing saya nih, ” ucap saya menggoda.

Eh ternyata Anggiitu mencubit lenganku.

“ Mas Sigit juga paling bisa deh, kemarin katanya karyawan biasa, kok mobilnya Mercy yg baru. ”

“ Oh itu, itu mobil dinas kok? ” ucap saya.

“ Ah Mas ini bisa aja, masak mobil dinas Mercy baru sih.. ” katanya sambil mencubitku.

Malam itu kami ke restoran mewah. Selesai makan kami ke pub.

“ Mas, kalo Anggi minum banyak, nggak pa-pa kan? ” tanya Anggi.

“ Untuk kesehatan sih jangan, tapi kalau sekali-sekali terserah kamu, masak saya melarang, nanti kamu bilang emangnya elu siapa. ”

“ Nggak maksudnya Mas Sigit nggak pa-pa ngeliat Anggi minum banyak. ”

“ Oh itu sih Okey, saya ini nggak banyak ngatur dan ‘possesive’ ke wanita, yg penting jgn reseh ya! ” ucap saya ke Anggi sambil kupegang dan belai kepalanya.

“ Kalo gitu kita minum aja Tequila, ” teriak Anggi.

“ Aduh ampun deh, kalo minum itu, nanti kalau saya juga teler siapa yg anter, ” tanya saya.

“ Ya kita nggak usah pulang, kita nginep aja di hotel sebelah. ”

“ Hah, kamu serius nih.. ”

“ Iya bener, kenapa sih, kok kamu belum ngerti juga kalo saya dari kemarin di kereta udah memperhatikan kamu, ” ucap Anggi sambil menggalayut ke badanku.

Uh mati deh saya, disosor sama wanita cantik yg umurnya cukup jauh di bawahku.

“ Ya kalo kamu bilang gitu saya ikut aja, tapi kamu nggak nyesel dan emang sadar kan ambil keputusan ini, ” ucap saya sekali lagi untuk meyakinkan diriku sendiri.

“ Yes darling, I’ve decided and never regret, ” ucap Anggi sambil memelukku dengan sebelah tangannya.

Dan malam itu saya minum mungkin sekitar 12 gelas kecil Tequila, dan Anggi menenggak tidak kurang dari 6 gelas. Kami berdua sudah mulai tinggi karena kebanyakan minum.

“ Nggi, pulang aja ya, mumpung saya masih bisa nyetir. ”

“ Iya deh pulang aja, biar bisa lamaan berduaan sama Mas Sigit, ” jawab Anggi manja.

Di mobil Anggi sudah tidak bisa menahan diri lagi.

“ Mas, Anggi nggak tahan nih. ”

“ Kamu mau muntah ya, ” tanya saya.

“ Bukan.. bukan itu, tapi itu tuh, nggak tahan itu, ” tangannya dengan jahil menunjuk-nujuk ke pangkal paha saya.
“ Anggi buka ya, ” katanya dan tanpa menunggu aba-aba, tangannya segera menggerayangi reitsleting celansaya dan mengeluarkan Kejantananku yg masih setengah tidur.

Dengan perlahan tapi pasti, dilahapnya seluruh batanganku ke dalam mulutnya yg seksi. Dimainkannya ujung batangku dengan lidahnya. Saya merasakan batangku mengeras dan semakin mengeras.

“ Nggi, aduh gimana nih sekarang, kamu tanggung jawab lho, ” ucap saya menggodanya.

“ Ya udah deh cari aja hotel, ” ucap Anggi sambil terus mengocok batangku, dan dengan tangan satunya dia meremas-remas payudaranya sendiri.

Hotel pun pilihannya jatuh di Hotel “ A “ Menteng Prapatan. Kami berdua naik ke kamar sudah agak sempoyongan tapi ditegak-tegakkan supaya kelihatannya sehat. Setibanya di kamar Anggi menyempatkan menelepon ke adiknya.

“ Nggin, ini saya nginep di Hyatt “ A “ kamar 900, bilangin bokap ya! ”

Saya begitu datang dari kamar mandi mengenakan handuk saja, langsung ditubruk dan handuknya ditarik Anggi yg ganas itu. Sambil mencium dada, perut dan sekujur tubuhku, Anggi dengan tergesa-gesa melepas bajunya dan melemparkannya ke penjuru kamar. Begitu terlepas BRA yg menutupi payudaranya yg padat itu, terlihat payudaranya yg putih padat dengan putingnya yg terlihat kecil mencuat karena terangsang.

Disambarnya batanganku yg sudah tegang karena melihat keganasan dan tubuh Anggi yg indah itu. Sambil menaik-turunkan mulutnya mengikutipanjangnya batangku, tangan kanan Anggi mengusap dan mempermainkan klitoris dan sekitar bulu Vaginanya sendiri, serta sesekali terdengar erangan dari mulutnya yg terus menghisap batangku.

Capek dengan kegiatannya, Anggiitu menjatuhkan badannya ke tempat tidur sambil mengangkat kedua kakinya ke atas. Tangan kirinya membelai rambut Vag1nanya sendiri, dan tangan kanannya mempermainkan lipatan-lipatan kulit klitoris di Vag1nanya. Saya melihat Anggi seperti itu, langsung ikut membelai bulu Vaginanya yg halus. Kujilat putingnya yg menonjol kecil tapi keras, kujelajahi perutnya yg kencang, kumainkan ujung lidahku di sekitar pusarnya. Dan terdengar erangan Anggi Judi Poker Online,

“ Egghh, uhh.. ” Langsung kuhujamkan ujung lidahku ke lubang Vag1nanya yg sudah basah, dengan kedua jempolku, kudorong ke atas lipatan klitorisnya, kupermainkan ujung lidahku di sekitar klitoris itu,

“ Uuhh, egghh, ahh.. ” teriak Anggi.

Karena tidak tahan lagi, langsung saja kumasukan batang kejantananku yg dari tadi sudah sangat keras. Dan ternyata basahnya Vagina Anggi tidak mengakibatkan rasa licin sama sekali, karena lubangnya masih terasa sempit dan sulit ditembusnya. Begitu terasa seluruh batang kemaluanku masuk di dalam jepitan lubang Vagina Anggi, perlahan-lahan kupompa keluar dan masuk lubangnikmat itu. Belum terlalu lama saya memompa Vagina Anggi, tiba-tiba,

“ Aaahh, uugghh.. ” teriak Anggi, rupanya dia sudah orgasme.

Saya mempercepat gerakan dan teriakan Anggi semakin menjadi-jadi, lalu kuhentikan tiba-tiba sambil menekan dan memasukkan batang kejatananku sedalam-dalamnya kelubang Vaginanya.

“ Oh.. Oh.. Oh.. that was so nice darling, let’s make another, ” katanya.

Kubalikkan badannya telungkup ke tempat tidur, dan dari belakang kupompa lagi keluar masuk lubang Vaginanya yg ketat itu, kurebahkan badanku menempel ke punggung Anggi dan kugerakkan pinggulku secepatnya.

“ Uh.. uh.. uh.. uh.. aduh Mas enak sekali.. aahh.. ” teriak Anggi lagi karena orgasme yg kedua.

Tapi kali ini saya tidak stop, karena saya juga sudah merasakan denyutan yg memuncak di sepanjang batangku. Dan dengan kecepatan penuh kupompa keluar masuk lubang Vag1na ketat itu. Diiringi erangan yg semakin menjadi-jadi dari Anggi, akhirnya saya juga mencapai klimaksnya.

Paginya karena hari Minggu, saya tidak terlalu resah untuk bangun pagi. Apalagi saya sekarang sedang menginap di “ A “ bersama Anggi. Waktu saya bangun kulihat jam di meja samping tempat tidur, eh baru jam 8:00 pagi. Kepala masih nyut-nyutan, dan kamar masih gelap sekali, tapi saya tetap bangun dan ke kamar mandi. Setelah sikat gigi dan “ nyetor saham ”, saya langsung ke tempat tidur lagi dan masuk ke balik selimut.

“ Emm, Mas kok pagi-pagi sudah bangun sih. Uuhh.. tangan kamu tuh dingin, jgn nempel-nempel dong! ” ucap Anggi protes.

Tapi tanpa menghiraukan protes Anggi, saya tetap menempelkan badanku ke badan Anggi yg juga telanjang bulat. Dari belakang kupeluk badannya yg padat berisi, dengan tangan kananku, kuraba buah payudaranya yg menonjol. Saya memainkan jari-jariku di sekitar putingnya yg terasa menonjol kecil. Kurasakan badan Anggi menggeliat sedikit tapi kemudian diam kembali. Kulanjutkan lagi rabaanku ke daerah perut menuju rambut-rambut halus di sekitar Vaginanya.
Perlahan-lahan kuusap-usap rambut-rambut itu, dan di balik rambutnya kuraba dan mainkan klitoris Anggi.

“ Emm, ehh, Mas, uhh, Mas, ya itu di situ enak, terus ya, ” ucap Anggi tiba-tiba.

Tanpa terasa, batangku mulai mengeras lagi. Tidak pikir lama-lama langsung kutempelkan pinggulku ke pantat Anggi. Terasa Kejantananku tepat di belahan pantat Anggi. Tanganku tetap kumainkan di daerah Vag1nanya, dan saya bisa merasakan Vaginanya mulai basah. Segera kuarahkan ujung batangku ke lubang Vagina Anggi.

“ Aghh.. ” erang Anggi saat ujung batangku agak dengan paksa menusuk ke liang Vag1nanya.
Kugenjot Kejantananku sampai akhirnya.

“ Akhh.. ” erang Anggi rupanya dia sudah sampai.

Anggi melepas Kejantananku dari lubang Vaginanya, dan memintsaya untuk tidur terlentang. Lalu dengan perlahan lagi, dia naik ke atas badanku dan mulai memasukkan Kejantananku yg tadinya sudah hampir mencapai puncaknya. Anggi menghadap ke arahku, sehingga terlihat wajahnyayg cantik serta buah payudaranya yg menonjol besar. Pinggul Anggi meliuk-liuk menimbulkan rasa enak dan ngilu di sepanjang dan ujung Kejantananku yg terjepit erat di antara Vagina Anggi. Kuraih buah dada Anggi dan kuremas-remas.

“ Ohh, yes, yes, yah terus Mas, oouhh enaknya, ya.. ” teriak Anggi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya secara membabi buta.

Rambutnya yg agak panjang terlihat menyabet ke kiri dan ke kanan. dan tak lama kemudian kami pun mencapai puncak secara bersamaan. Begitulah kisahku bersama Anggi, dan sejak saat itu saya sering melakukan hu yg melelahkan sekaligus menyenangkan hubungan sex bersama Anggi.

Janda Yang Bohay Tukang Penggoda Mahasiswa

 Cerita Dewasa -  Janda Yang Bohay Tukang Penggoda Mahasiswa - Tante Desy janda bohay pemilik warung kopi yang telah lama menjanda, pada hari itu dia merasa puas sekali. Pada akhirnya dia bisa mendapatkan kepuasan sex dengan seorang mahasiswa dengan bermodal segelas kopi. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

Sebut saja aku tante Desy , aku janda dengan 3 anak. Suamiku sudah meninggal 5 tahun yang lalu. Usiaku 36 tahun dan suamiku terlalu cepat meninggalkan aku. Aku dengan anak-anak yang kini beranjak dewasa itu hidup berempat. Mencukupi kebutuhan dengan membuka warung kopi di depan rumah.






Walaupun hanya warung kopi sederhana namun sudah dapat membiayai sekolah anak-anakku.“ warkop Tante Desy, ” itulah namanya banyak sekali kaum muda sampai tua sering datang ngopi di tempatku. Apalagi samping warkop ada pangkalan tukang ojek, lebih ramai lagi. Penghasilanku juga lumayan hanya jual air saja untungku banyak.

Menyediakan mie rebus gorengan dan berbagai macam cemilan. Anak yang pertama membantu aku berjualan sepulang sekolah. Yang anak kedua dan ketiga ikut neneknya tidak jauh dari warkop (warung kopi). Karena masih kecil sering banget ngeribetin ibunya jualan makanya aku titipin nenek. Aku buka warkop hingga tengah malam, jam 12 bahkan sampai jam 3 pernah.

Namun aku sendirian karena anakku masih sekolah dia membantu hanya sampai jam 7 malam. Semakin malam warkop semakin ramai. Ada yang main catur ada yang main kartu bahkan ada yang datang hanya ingin menggodaku. Pelanggan setia sangat banyak tetanggaku banyak yang protes karena sering ramai dan berisik. Namanya juga warkop kalau sepi mah dikuburan.

Yang pasti mereka takut suaminya aku goda aku kan janda kembang yang lama nggak dijamah pria. Namun aku tidak pernah gubris omongan orang karena aku kerja cari uang buat mencukupi hidupku. Gimana pelanggan nggak setia penampilanku yang sexy membuat pria sering datang kemari. Kadang pakai celana pendek kaos ketat. Biar payudaranya semakin jelas terlihat, aku sengaja menarik pelanggan dengan cara seperti itu.

Gincuku yang merah merona membuat para pria nggak tahan ingin mengecupku. Memang dari dulu penampilanku seperti ini dan aku senang menggunakan pakaian yang sexy. Biar terlihat lengkuk tubuhku yang bahenol ini. Kalau pas lagi jualin sering pada ngelihatin pantatku yang mantap itu. Apalagi belahan payudara yang terlihat jelas, anak muda pun kepincut sama aku.

Dasarnya aku pengen dibelai Agen Poker Terpercaya segaja pakai baju buka-bukaan biar makin grengg gitu. Rasanya udah males banget onani sendiri sambil ngebayang-bayangin ngeseks gitu. Pengen ada yang muasin gairahku yang lama terpendam. Banyak yang bilang aku cantiklah sexylah itu udah biasa aku memang seperti ini adanya.

Sudah sangat jelas kalau aku memang menarik dimata pria-pria yang berkunjung ke warkopku. Aku memang genit kadang suka menggoda mereka biar makin sering datang kesini. Orang berjualan memang harus ramah kepada siapa saja. Aku termasuk penjual yang ramah makanya banyak banget yang datang ke warkop.


Walaupun aku beranak tiga tetapi badanku masih sangat menarik tidak kalah dengan gadis-gadis masa kini. Aku punya pengalaman dengan pelanggan aku yang hanya datang beberapa kali saja. 3 atau 4 kali dia namanya Dimas pemuda berumur 25 tahun. Masih jejaka dia berkuliah sepertinya anak orang kaya karena setiap datang membawa mobil.

Maco banget gayanya udah kayak anak muda jaman sekarang,

“ Kopi satu mbak gulanya sedikit ya bu…, ”

“ Jangan panggil bu dong , panggil tante Desy saja agar lebih dekat..., ” ucapku dengan genit.

“ Emmm iya tante…, ”

Aku mengaduk kopi sambil memandangi dia pemuda yang bikin aku jatuh hati. Sambil melirik mataku memandang pemuda itu,

“ Namanya siapa dek?, ”

“ Dimas tante…, ”

“ Kuliah atau kerja dimana dek? , ”

“ Saya kuliah di kampus dekat sini kok tante ni iseng aja ngopi disini setiap lewat kok selalu ramai..., ”

“ Iya dek kopi tante nikmat kok, banyak pelanggan tante ni buktikan sendiri kopi buatan tante menggoyang lidahmu,hhe..., ”

“ Jangan panggil dek dong tante panggil aja Dimas…, ”

“ Oh iya Dimas silahkan dicicipi kopi buatan tante..., ”ucapku dengan manja-manja.

Tampaknya Dimas menyeruput kopi hitam itu, aku mendekatinya. Sambil mengelus pundaknya aku bilang,

“ Enak kan kopi tante…?, ”

“ Iya tante nikmat banget bakalan ketagihan nih tan…, ”

“ Ketagihan boleh sering-sering ya Dim main ke warkop tante..., ” ucapku selalu genit pada dimas.

Setelah itu Dimas berpamitan setelah menyeruput kopi hitam itu karena jam 2 ada kelas di kampus. Aku terus kebayang-bayang Dimas , gantengnya maconya. Udah lupa kalau aku ini janda tapi selera tetap kaum muda. Rasanya aku kok jadi suka ya sama Dimas, hatiku seakan bergetar padahal baru ketemu sekali.

Keesokan harinya aku buka warkop jam 11 siang, aku ketiduran karena semalam mimpiin Dimas sampai basah. Aku terburu-buru menyiapkan daganganku, mau libur juga sayang soalnya warkop lagi ramai-ramainya. Aku berjualan seadanya gorengan yang biasanya macem-macem juga Cuma ada pisang goreng dan tempe goreng saja. Yang penting udah sedia kopi banyak udah aman.

Waktu cepat banget udah jam 2 aja pelanggan semakin ramai berdatangan. Tukang ojek semua ngumpul anak sekolah ada muda udah datang menikmati secangkir kopi manis buatanku. Waktu itu aku sendirian karena anak perempuanku sedang study tour. Rencana hari ini aku mau tutup lebih awal selain tidak ada yang membantu aku juga hanya menjual kopi saja, gorengan dan mie ku sudah habis.

Tepat jam 9 aku menutup warkopku, tampak sorot mobil menerangi tembus hingga ke mataku. Datanglah Dimas seorang diri mendatangi warkopku,

“ Lho kok jam segini tutup tante..?, ”

“ Iya Dimas soalnya udah habis semua lagian anak tante lagi study tour nggak ada yang bantuin..., ”

“ Wah yasudah tante aku pulang saja..., ”

“ Eh jangan Dimas, kalau buat kamu masih ada kok secangkir kopi teman ngobrol tante nanti malam gratis deh buat kamu…, ”

“ Ah nggak usah tante makasih, hhe..., ”

“ Ahhh… masak iya kamu menolak sih katanya enak kopi buatan tante ayolah Dimas gratisss lhooo…, ”

“ hmmmm..yaudah deh tante nggak papa..., ”

Dimas awalnya menolak ajakkanku namun lama-lama dia luluh juga dengan rayuan mautku. Pas waktu itu aku pakai tangtop belahan payudaraku terlihat jelas. Pantatku yang semok tampak jelas dengan celana yang sangat pendek. Aku mengajak Dimas ngopi di dalam rumah karena nggak enak dilihat tetangga. Dimas pun mengikutiku dia masuk ke ruang tamu ku.

Aku dan dia ngobrol lama banget dia tanya keadaan keluargaku. Ya aku jelaskan kalau aku janda dirumah sendirian. Aku duduk berjauhan dengan Dimas, namun obrolan kita semakin hangat. Dan akhrinya aku mendekati Dimas. Berdekatan dengan Dimas membuatku bergetar jantungku berdegup kencang seakan ingin dipeluk erat olehnya.





Aku bertahan aku mencoba membangkitkan gairah Dimas dengan memancing gerakan-gerakan manja. Kata-kata rayuan yang lembut, aku semakin tak tertahankan lama-lama deket sama Dimas. Nah aku punya ide bagus, aku pengen jalan dan tiba-tiba terkilir biar dia nolongin aku. Ide yang sangat jitu muncul dalam pikiranku,

“ Sebentar ya Dimas tante mau ambil cemilan dulu biar ngobrol makin lama..., ”

“ Adduuuhhh…., ”

“ Dimas kaki tante terkilir sakit banget tolongin dong…, ”

Dimas mendekati dan menolong aku dia terus berusaha membantuku bangun karena aku pura-pura jatuh di lantai. Pas dia mencoba membangunkan aku , dia menatapku dengan sangat tajam. Belahan dadaku terbuka lebar, aku semakin horny. Ingin segera memeluk erat tubuh Dimas,

“ Hati-hati dong tante…, ”

“ Iya sayang tante tadi terburu-buru saking semangatnya ditemani kamu…, ”

Suasana semakin hangat sehangat kopi manis yang aku tuang dan aku aduk dengan penuh perasaan. Dia menidurkanku ditikar depan tivi. So sweet banget deh,aku langsung mendekap erat Dimas. Dia merespon membalas pelukanku. Dia mencium bibirku yang merah merona sangat dengan penuh nafsu. Ternyata dia juga horny terbawa suasana yang menantang penuh gairah itu.

Mencium aku dengan penuh kemesraan, perlahan bibirnya mengecup bibirku. Payudaraku yang montok dia ciumi dan dia lepas bajuku. Tampak kedua payudara menggantung dengan sangat kencang. Dia semakin bersemangat melihat payudaraku yang montok itu,

“ Luar biasa tante, aku suka payudara tante…, ”

“ Iya sayang kecup yang mesra sayang payudara tante…, ” pintaku penuh gairah sex.

Dimas membuka bra ku dengan tergesa-gesa seakan tidak sabar melihat kedua payudaraku. Dia meremas payudaraku dengan kedua tangan. Rasanya tangannya tak muat menyangga payudaraku ini, tumpeh-tumpeh serasa kelebihan beban. Karena besarnya payudaraku itu terlihat Dimas sangat bergairah,

“ Aahhhhh….Dimas…. Ouhhhhh….. Ssshhh… Ahhhh…..., ” desahku nikmat.

Dia mengecup payudaraku dia beri tanda merah disebelah kanan. Putingku diputar-putar aku horny banget udah nggak tahan pengen yang lebih lagi,

“ Ooohhh… Dimas enak banget sayang ooohhh……, ”

Dia emut putting susuku dengan perlahan menyusuri putting dengan lidahnya. Wow nikmat banget , terus mengulum putingku dengan bersemangat. Layaknya bayi yang kehausan ASIdia terut mengeyut dengan keras,

“ Aaaaahhhhhh… Sssssshhh… Aaahhhhh Dimas, lagi sayang emut lagi Aaaakkkhhh……, ” desah manjaku.

Dimas menuruti apa kataku terus dia lakukan agar lebih hangat dan gairah semakin tinggi. Mengulum terus secara bergantian hingga tubuhku menggeliat manja,

“ Ouoohh… Aahhh… Ouhhhh…., ”

Turunlah dia kebawah hingg apusarku terasa sangat geli. Membuka celana pendek sekaligus celana dalamku dia buka. Seakan dia udah nggak sabar melihat memekku yang lama tak dijamah itu. Terbukalah memekku dengan lebar, dia menyusuri lipatan memekku. Membuka memekku dengan jemarinya. Tampak memekku merekah siap diserbu oleh Dimas.

Dia menjilati selakanganku dengan lidahnya dan kemudian mengecup bagian-bagian memekku dengan lembut. Kemudian dia menemukan lubang memekku yang dia cari-cari. Jari tengahnya masuk kedalam memekku diputar-putar hingga aku tak kuasa. Lama banget jarinya bermain dilubang kenikmatanku,

“ Aaaaahh… Dim…. Ssssshhh… Akkkhhhhh……tante keluar sayang. Ouhhhhhhh…., ”

Udah licin dan siap untuk dijelajahi dengan penuh kegairahan. Penis pemuda yang masih kenyal itu tegak berdiri sudah siap berpetualang di dalam kenikmatan. Ujung penisnya terusdia putar-putar di lubang memekku yang udah basah itu. Perlahan penis masuk ke dalam memekku,

“ Ahhhhhhhhhh…… Aaahhhhhhhh……. nikmat banget akkkkkkhhh……, ”

Penisya sudah masuk seluruhnya dan sudah menancap dengan manis di memekku. Aku tak kuasa karena tekanan Dimas yang sangat keras membuat tubuhku menggeliat manja,

“ Ahhhh… Ahhhhh… Sshhhh… Ahhhhh…. dimas…ahhh…, ”desahku ditengah persetubuhan kami.

Sesekali dia meremas payudaraku sambil mengkulum putting susuku, karena hal itu aku semakin bernafsu dan nafsuku semakin memuncak rasanya. Nggak tahan rasanya ML dengan anak muda seperkasa Dimas, apalagi aku sudah lama memendam kenikmatan hasrat sex yang lama aku pendam,

“ Akkhhhhhhh… akkkhhhh… dimas lagi sayaangg… aaahhhhh..., ”

Dia mengoyanggoyangkan penisnya ke dalam memekku dengan penuh nafsu yang membara. Dia terus memaju mundurkan penisnya kedalam memekku. Pada akhirnya setelah kurang lebih kami berhubungan sex selama 15 menit Dimas-pun akhirnya mendapatkan klimaksnya,

“ Cccccrrrrrrroootttttt…. Ccrrroooootttt…. Ccrrroooooottttt…..., ”

Tersemburalah sperma dimas kedalam memekku dengan derasnya hingga dia puas. Cairan sperma yang banyak mengakir deras dan terasa sangat hangat di dalam memekku, sungguh gairah sex yang telah lama tidak aku dapatkan saat itu aku rasakan kembali dengan Dimas.
Sperma keluar dan meleleh keluar dari memekku dia membersihkan sperma yang menempel di memekku dan merapikan pakaiannya kembali.

Itulah kisahku dengan pemuda yang datang dua kali di warkopku untuk sekedar ngopi. Hanya dengan memberikan dua cangkir kopi aku bisa meluapkan gairah nafsu ku yang sudah lama terpendam ini dengan seorang mahasiswa yang muda dan perkasa. Sekian.